Selasa, 18 Juli 2017

Pensil atau Pena?

Menulis dengan pensil. Ketika kamu sudah tak ingin dengan tulisan itu, kamu bisa menghapusnya bersih. Kertasmupun kembali bersih tak bernoda. Berbeda ketika kamu menuliskan dengan pena atau tinta lainnya, ketika kamu ingin menghapusnya, bekas tipex nya masi tertinggal dan terlihat atau kamu harus mengganti kertas baru dan memulai kembali.

Menulis dengan pensil, berarti dari awal kamu memang menganggap apa yang kamu tulis suatu waktu bisa saja kamu hapus atau kamu rubah. Dengan kata lain kamu tidak menganggap tulisan itu serius atau hanya sementara.

Sama halnya dengan hubungan, ketika seseorang meminta kamu untuk menjadi kekasihnya, kamu harus memikirkan dan menanyakan apa tujuan hubungan tersebut. Jangan biarkan dirimu terjebak dalam hubungan pensil, yang hanya mencoba menulis dan sementara saja. Lihat kembali, pertimbangkan lagi, dari segala aspek. Apa mungkin diumur yang saat ini, dengan pemikiran kalian masing-masing akan menjalin hubungan seperti tulisan dengan pena atau tinta? Apa kamu siap jika nantinya kertas yang sudah kamu tuliskan dengan pena rusak, dan kamu harus mengganti dengan baru?


Ingat, kertas hidup tidaklah sama dengan kertas tulis biasa. Bukan hal yang mudah untuk mengganti dan memulai tulisan baru. Lagi pula, kertas hidup kita tidak banyak, terbatas dengan umur kita. Jangan biarkan kertas buku kita penuh dengan tulisan tak berarti dan mudharat. Jika kamu memang masih ingin mencoba untuk memulai hubungan, tapi kamu takut dan hanya siap memulainya dengan tulisan pensil saja, maka jangan lupa untuk memberikan batasan, jangan sampai kamu tulis hapus, tulis hapus, tulis hapus. Karna meskipun kamu hanya menulis dengan pensil, tetapi menghapusnya berkali kali, maka kertasmu akan koyak dan tak akan bisa di perbaiki lagi.